Tuesday, October 11, 2016

Describing my classmate

Hi, tonight i will describe my classmate in Civil eng. Class

So, last year I go to college and entering State Polytechnic majoring Civil Engginer I have 25 classmate and they are comes from everywhere I mean, they are so ... (beragam)?

So first is..
Ipul, nama panjangnya Muhammad syaiful baharuddin. I know it well because i always end up with him if theres a team project or something else. Dia salah satu pelawak di kelas, he is really a funny nice person, coba deh tanya ke semua orang yang kenal dia, pasti nggak ada yang benci sama dia. What you should know that, he is a colorblind but not total cb, berdasarkan ceritanya dia itu nggak pernah daftar di sipil meskipun itu emang keinginan dia sejak sma. Tapi orang tua dia di kampung selalu berharap dia bisa masuk ke teknik listrik, meskipun dia di terima dan namanya ada di pengumuman tes tertulis, dia nggak lolos di tes kesehatan which is he can't because he is a colorblind. Kebayang nggak sih kalau dia masuk teknik listrik dan nggak bisa bedain mana warna hijau dan kuning? Gimana kalau dia disuruh putusin kabel warna hijau tapi dia mutusin kabel kuning?
Pada saat seleksi kata dia sebenarnya bisa diterima karna dia bisa membedakan warna warna pokok tapi katanya itu sia sia karna pada saat dia cari kerja nanti dia nggak akan lolos karena bakal di tes beginian lagi, poor ipul.. and the destiny bring him here in civil engineering major meskipun orang tuanya nggak mau dia masuk ke situ awalnya tapi tetep Allah show the best plan for him.

Second, there is Mifta she is one of georgeus girl in my class, probably just her. We got 7 girls in my class including me, and mifta is the most feminim, like the boys maybe just see Mifta as girl and the remaining 6 not. I got really closer with she because we had same hometown, and i used to sleep at her house if i couldn't come back home.

Then there is, Rusdi-his full name is so long and i cant mention it. Dia dan Sy punya persamaan yaituu adalah Our house that is so far away from Campus but not in the same direction. We both live in another regency from campus but he can ride a motorcycle and I am not.
There is geng of maros regency in my class, theres 5 of them they are Rusdi, Amran, Fahar, Rahmat, Rifqi

Amran, he is the first who left us, like the one that got away.. after 2 weeks he pass the test for STAN and going there to study, he is really an amazing person, he is soooo genius at math and got obsessed with civil eng. when still in high school, since now if there is a math task we cant answer we always ask him for the help (hehehe)

Fahar, following amran he left after him he pass in STMKG i even dont know the meaning but thats amazing fahar is similiar to amran but he is more quite and mysterious, i think? I am a talkative person, i talk to amran much but not fahar Rahmat once said that fahar is a religious person what means that he dont talk much with girl. I still remember that once when i go to campus early and i saw him sit in the bench, i walk to him and standing in his back, honestly i trying to know what is he doing and guess what, he is trying to solve a math or physic question actually i didnt sure but i clearly saw that formula and i'm pretty sure its not our honework. And i just... wow, i never met a boy who doing that when waiting for a class.

Rifqi, he left after we finished our 2nd semester its really so unpredict? Because we almost spend 1 year together and he left for ATKP i dont know what it is.
Maybe i just too sad because i miss him, he always talk too much hoho

Next is Suryadi, setiap kelas pasti punya deh satu orang yang selalu di "kambing hitam"-kan di kelas, nah kalau di kelas kami ada suryadi, kalau dosen nanya yang aneh aneh di kelas kayak "Makanya jangan pakai penghapus jadi bedaknya" pasti semua kelas kompakan bilang "Suryadiiii, pak" atau ada lagi dosen yang bilang kayak "Emang di kelas ini yang paling malas siapa?" Semua pasti bakal jawab "Suryadiii, pak" ya pokoknya gitu deh dan si Suryadi cuma bisa tunduk sambil ketawa malu-malu di belakang.

So thats pretty much of my classmate, actually i'm gonna write for 25 people but thats tooooo much haha.

Sunday, October 9, 2016

Gebetan di SMA

Kalau kata orang "Masa masa di SMA itu paling bahagia" dan itu bener banget! Kalau menurut gue masa SMA itu salah satu yang terindah dimana kita dapat pelajaran banyak banget dan juga awal dari masa depan kita. Masa yang selalu mau kita ulang-ulang tapi nggak bisa, kita hanya bisa melirik ke belakang dan tertawa betapa konyol nya dulu sewaktu SMA, tak ada penyesalan. Karena semua yang terjadi di masa SMA adalah yang membentuk kita sekarang. Masa dimana kita benar benar tahu arti persahaban, jatuh cinta, menghargai, dan persaudaraan. Dan semua itu cuma di dapat di SMA. Masa yang paling berharga.

Saat baru masuk SMA, gue punya gebetan yang sebenarnya udah gue lirik lirik dari SMP hehe karna gue tinggalnya di kota kecil dan nggak banyak SMA di situ, gue juga tahu di bakal masuk di SMA mana. Dan pas Sma gue baru tahu kalau ternyata gebetan gue ini punya kembaran! Kembarnya identik malah, jadi gue mulai ragu gue suka yang mana yaa!?
Gue pun bertekad mau kenal kakak gebetan ini lebih jauh ehm maksudnya sih, kenalan hehehe. Jadi gue ikut di semua eskul yang mereka berdua masuki dan mereka berdua kaya nggak pernah terpisah gitu deh. Gue mendaftar ke eskul Paskib, Pramuka, Seni, dan KIR. Wow banyak banget kan? Ya iyalah gue nggak bisa bertahan di 4 eskul sekaligus. Gue cuma bisa bertahan di eskul paskib, sisanya gue lari sebelum diksar pertama hehe.

Nah di eskul paskib gue banyak mengenal sosok hebat yang memberikan banyak pelajaran, pelatihan dan lain lain.
Jadwal latihan eskul ini 2x seminggu, dari itu semua gue bisa deket sama kakak gebetan gue yang sekarang udah bisa gue bedain, jadi yang satu namanya gue samarin jadi... Kak Fauzi dan gebetan gue namanya kak Fizi. Ya kan namanya juga gebetan gue nggak bisa banget bicara sama kak Fizi tapi gue bisa bicara apa aja sama kak Fauzi dan suatu hari gue nggak sengaja ngaku kalau udah suka sama saudaranya dari SMP hahaha.
"Haaah beneran????" Kata kak fauzi
"Iya tapi kak, jangan bilang bilang ke kak Fizi dong"
"Dih pantes kamu nggak pernah bicara sama Fizi, iya nggak kok tapi jangan ekspektasi terlalu tinggi soalnya Fizi nggak suka cewek!"
"Haah? Jadi kak fizi......"
"Eh, bukan bukan gitu maksudnya hehehe. Dia nggak pernah deket sama cewek gitu dan setahu gue dia belum pernah suka sama cewek"

Dan kemudian gue nggak tahu kapan perasaan gue sama kak Fizi udah nggak ada lagi, kita masih tetap deket sampai sekarang mungkin dia juga tahu kalau dulu gue pernah suka sama dia, tapi gue bukan orang yang maksain kehendak kok, maksudnya iya kalau gue suka ya suka aja, nggak perlu di tau sama orangnya.

Kamudian gue suka sama kaka senior yang namanya kak Hadi, dia udah kelas 3 saat gue baru kelas 1, dia juga senior di eskul Paskib. Dia itu tipikal cowok idaman gue ehe. Semua kriteria cowok idaman gue ada di dia, Tinggi, nggak kurus, cakeeep, dan sok misterius. Gue pun banyak menceritakan ini ke teman dekat gue dan sialnya ini ketahuan sama kakak nya sahabat gue yang sekelas sama kak Hadi. Jadilah gue bahan bullyan yang kalau lewat di kantin langsung di tarik ke kelas 3 terus di ciye ciye in, ya gue saat itu cuma ngaku ngefans sama kak Hadi, nggak lain kok. Meskipun menurut gue cukup nyenengin karena gue jadi deket sama beberapa senior tapi gue perhatiin saat gue di ciye-ciye in di kelasnya kak Hadi, dia adalah orang yang nggak nyaman dengan itu semua. Berkat kemampuan ngestalk gue yang hebat gue tahu kalau ternyata kak Hadi lagi PDKT sama salah satu senior kelas 2.
Dan gue juga baru tahu kalau kak Hadi punya kembaran! Nah loh. Kenapa sih gue selalu suka sama orang yang ada kembarannya!? Why!? Tapi mereka nggak kembar identik dan mukanya nggak ada miripnya sama sekali. Gue malah nggak tahu mereka berdua saudara. Kembarnya itu namanya Kak Hari, salah satu orang hebat yang pernah gue kenal. Kak hari ini ketua eskul paskib saat gue masuk, dia berkarisma, dan serem. Tapi gue suka saat dia berteriak suaranya berat berat gitu dan dia sosok kakak buat gue di eskul ini dan beda banget sama kak Hadi. Beneran deh kalau pertama liat mereka nggak bisa kebayang kalau ternyata mereka itu saudara kembar.

Meskipun dulunya gue suka nge fans nya sama kak Hadi, tapi lama kelamaan gue suka sama kak Hari. Nggak suka beneran sih tapi dia selalu menjadi pahlawan gue untuk beberapa hal.

Dan sekarang mereka berdua adalah seorang praja. Setelah lulus SMA mereka daftar IPDN dan masih pendidikan disana. Gue nggak tahu kabar mereka berdua gimana tapi gue harap mereka baik, terutama kak Hari! Iya Kak Hari xoxo.

Kemudian gebetan gue selanjutnya masih di eskul Paskib. Saat itu gue udah mau pengukuhan dan sebelum itu kita sholat subuh dulu di mesjid sekolah, actually ini adalah sholat subuh berjamaah gue setah sekian lamaaa nggak pernah lagi. Dan kemudian.... gue merinding sama imam yang pimpin sholat waktu itu, suara mengajinya bagus banget. Dan setelah selesai gue baru lihat kalau itu ternyata senior gue juga, Namanya Kak Firja. Berkat kemampuan ngestalk gue yang hebat lagi, gue tahu banyak tentang kak Firja ini. Pertama, dia adalah senior yang paling pintar secara akademik di banding senior senior yang lain di eskul karena dia masuk ke kelas IPA+ salah satu kelas unggulan di sekolah yang namanya selalu disebut sebut karena isinya anak pintar semua. Kedua, dia adalah lulusan pesantren waktu SMP itu cukup menjelaskan saat dia jadi imam sholat subuh. Ketiga, rumahnya dekat rumah gue meskipun gue selalu berharap kapan ya kita bisa nggak sengaja ketemu di jalan terus bisa berangkat ke sekolah bareng, tapi itu nggak pernah terjadi. Keempat, kak firja nggak terlalu populer seperti genetan gue sebelumnya, dia cuma masuk di satu eskul. dia orangnya agak pemalu, cerewet dan gampang marah banget. Setelah kasus gue pada gebetan pertama dan kedua diatas, gue cukup baik dalam menyembunyikan perasaan dan nggak ada orang yang tahu. (Kecuali dua sahabat terdekat gue)
Gue juga seneng bisa deket sama kak Firja, dia banyak membantu gue juga kayak minjemin buku dan sebagainya. Tapi setelah gue dekat sama dia, dia jadi kakak yang baik buat gue. Gue bahkan lupa kalau awalnya gue suka sama dia.

Gue nggak tahu apakah dia tahu kalau gue dulu suka sama dia, tapi dia sekarang udah jadi salah satu orang hebat. Yang gue dengar dia jadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan. Nah gue bangga banget dulu bisa kenal sama dia. You're Awesome, kak.

Gebetan gue berikutnya bukan dari eskul paskib, dia teman kelas dari Kak firja. Sebenarnya kalau dihitung dia harusnya jadi gebetan nomor dua, tapi setelah gue stalk dia terlalu jauh dari jangkauan gue, namanya nggak tercatat di eskul manapun. Secara fisik dia mirip sama kak Hadi, tipikan cowok idaman gue banget di tambah dia siswa kelas IPA+ tapi sewaktu gue dekat sama kak firja tanpa gue sadar dia selalu ada disitu, saat gue cerita sama kak firja di kantin, gue pun mulai penasaran sama dia saat gue selalu liat dia sama kak firja.
Namanya kak Aldi, gue agak lupa gimana caranya bisa deket sama dia tapi gue masih ingat pertama saat gue liat dia, itu jauuh sebelum gue masuk eskul paskib. Saat itu kelas gue selesai belajar sejarah, dan gurunya kebetulan nyuruh gue dan sahabat gue bawa buku tugas ke meja nya Pak Ismail ini-sebenarnya nggak nyuruh sih tapi kita berdua emang menawarkan diri, dan pak Ismail bilang mau mampir dulu ke kelas 2 IPA, jadi kita ikut aja deh. Nah pas disitu gue lihat kak Aldi ini, dia tipe cowok rebel, jarang di kelas sendiri tapi nongkrong di kelas IPS, nggak pernah pakai dasi. 
Dan selanjutnya... gue nggak pernah bayangin kita bisa jadi deket banget. Kak aldi satu satunya gebetan yang bisa jadi pacar gue pas SMA dan gue nggak punya gebetan lagi setelah pacaran sama dia. Kita pacaran mulai dari gue naik kelas 2 sampai gue kuliah tahun pertama.
Gue mungkin udah cerita banyak tentang dia di blog ini, iya semua patah hati dan jatuh cinta gue, semuanya tentang dia.

Sekarang gue nggak pernah dengar lagi kabarnya dimana, gue harap bisa ketemu sama dia suatu hari nanti. Nggak, gue bukannya mau ngajak balikan kok. Tapi sepertinya perasaan gue ke dia akan tetap ada, gue nggak nyangkal juga kalau sekarang gue rindu sama dia, sama seperti perasaan gue kak Hari, mereka berdua selalu menjadi sosok kakak yang gue selalu ingat.