Tuesday, October 11, 2016

Describing my classmate

Hi, tonight i will describe my classmate in Civil eng. Class

So, last year I go to college and entering State Polytechnic majoring Civil Engginer I have 25 classmate and they are comes from everywhere I mean, they are so ... (beragam)?

So first is..
Ipul, nama panjangnya Muhammad syaiful baharuddin. I know it well because i always end up with him if theres a team project or something else. Dia salah satu pelawak di kelas, he is really a funny nice person, coba deh tanya ke semua orang yang kenal dia, pasti nggak ada yang benci sama dia. What you should know that, he is a colorblind but not total cb, berdasarkan ceritanya dia itu nggak pernah daftar di sipil meskipun itu emang keinginan dia sejak sma. Tapi orang tua dia di kampung selalu berharap dia bisa masuk ke teknik listrik, meskipun dia di terima dan namanya ada di pengumuman tes tertulis, dia nggak lolos di tes kesehatan which is he can't because he is a colorblind. Kebayang nggak sih kalau dia masuk teknik listrik dan nggak bisa bedain mana warna hijau dan kuning? Gimana kalau dia disuruh putusin kabel warna hijau tapi dia mutusin kabel kuning?
Pada saat seleksi kata dia sebenarnya bisa diterima karna dia bisa membedakan warna warna pokok tapi katanya itu sia sia karna pada saat dia cari kerja nanti dia nggak akan lolos karena bakal di tes beginian lagi, poor ipul.. and the destiny bring him here in civil engineering major meskipun orang tuanya nggak mau dia masuk ke situ awalnya tapi tetep Allah show the best plan for him.

Second, there is Mifta she is one of georgeus girl in my class, probably just her. We got 7 girls in my class including me, and mifta is the most feminim, like the boys maybe just see Mifta as girl and the remaining 6 not. I got really closer with she because we had same hometown, and i used to sleep at her house if i couldn't come back home.

Then there is, Rusdi-his full name is so long and i cant mention it. Dia dan Sy punya persamaan yaituu adalah Our house that is so far away from Campus but not in the same direction. We both live in another regency from campus but he can ride a motorcycle and I am not.
There is geng of maros regency in my class, theres 5 of them they are Rusdi, Amran, Fahar, Rahmat, Rifqi

Amran, he is the first who left us, like the one that got away.. after 2 weeks he pass the test for STAN and going there to study, he is really an amazing person, he is soooo genius at math and got obsessed with civil eng. when still in high school, since now if there is a math task we cant answer we always ask him for the help (hehehe)

Fahar, following amran he left after him he pass in STMKG i even dont know the meaning but thats amazing fahar is similiar to amran but he is more quite and mysterious, i think? I am a talkative person, i talk to amran much but not fahar Rahmat once said that fahar is a religious person what means that he dont talk much with girl. I still remember that once when i go to campus early and i saw him sit in the bench, i walk to him and standing in his back, honestly i trying to know what is he doing and guess what, he is trying to solve a math or physic question actually i didnt sure but i clearly saw that formula and i'm pretty sure its not our honework. And i just... wow, i never met a boy who doing that when waiting for a class.

Rifqi, he left after we finished our 2nd semester its really so unpredict? Because we almost spend 1 year together and he left for ATKP i dont know what it is.
Maybe i just too sad because i miss him, he always talk too much hoho

Next is Suryadi, setiap kelas pasti punya deh satu orang yang selalu di "kambing hitam"-kan di kelas, nah kalau di kelas kami ada suryadi, kalau dosen nanya yang aneh aneh di kelas kayak "Makanya jangan pakai penghapus jadi bedaknya" pasti semua kelas kompakan bilang "Suryadiiii, pak" atau ada lagi dosen yang bilang kayak "Emang di kelas ini yang paling malas siapa?" Semua pasti bakal jawab "Suryadiii, pak" ya pokoknya gitu deh dan si Suryadi cuma bisa tunduk sambil ketawa malu-malu di belakang.

So thats pretty much of my classmate, actually i'm gonna write for 25 people but thats tooooo much haha.

Sunday, October 9, 2016

Gebetan di SMA

Kalau kata orang "Masa masa di SMA itu paling bahagia" dan itu bener banget! Kalau menurut gue masa SMA itu salah satu yang terindah dimana kita dapat pelajaran banyak banget dan juga awal dari masa depan kita. Masa yang selalu mau kita ulang-ulang tapi nggak bisa, kita hanya bisa melirik ke belakang dan tertawa betapa konyol nya dulu sewaktu SMA, tak ada penyesalan. Karena semua yang terjadi di masa SMA adalah yang membentuk kita sekarang. Masa dimana kita benar benar tahu arti persahaban, jatuh cinta, menghargai, dan persaudaraan. Dan semua itu cuma di dapat di SMA. Masa yang paling berharga.

Saat baru masuk SMA, gue punya gebetan yang sebenarnya udah gue lirik lirik dari SMP hehe karna gue tinggalnya di kota kecil dan nggak banyak SMA di situ, gue juga tahu di bakal masuk di SMA mana. Dan pas Sma gue baru tahu kalau ternyata gebetan gue ini punya kembaran! Kembarnya identik malah, jadi gue mulai ragu gue suka yang mana yaa!?
Gue pun bertekad mau kenal kakak gebetan ini lebih jauh ehm maksudnya sih, kenalan hehehe. Jadi gue ikut di semua eskul yang mereka berdua masuki dan mereka berdua kaya nggak pernah terpisah gitu deh. Gue mendaftar ke eskul Paskib, Pramuka, Seni, dan KIR. Wow banyak banget kan? Ya iyalah gue nggak bisa bertahan di 4 eskul sekaligus. Gue cuma bisa bertahan di eskul paskib, sisanya gue lari sebelum diksar pertama hehe.

Nah di eskul paskib gue banyak mengenal sosok hebat yang memberikan banyak pelajaran, pelatihan dan lain lain.
Jadwal latihan eskul ini 2x seminggu, dari itu semua gue bisa deket sama kakak gebetan gue yang sekarang udah bisa gue bedain, jadi yang satu namanya gue samarin jadi... Kak Fauzi dan gebetan gue namanya kak Fizi. Ya kan namanya juga gebetan gue nggak bisa banget bicara sama kak Fizi tapi gue bisa bicara apa aja sama kak Fauzi dan suatu hari gue nggak sengaja ngaku kalau udah suka sama saudaranya dari SMP hahaha.
"Haaah beneran????" Kata kak fauzi
"Iya tapi kak, jangan bilang bilang ke kak Fizi dong"
"Dih pantes kamu nggak pernah bicara sama Fizi, iya nggak kok tapi jangan ekspektasi terlalu tinggi soalnya Fizi nggak suka cewek!"
"Haah? Jadi kak fizi......"
"Eh, bukan bukan gitu maksudnya hehehe. Dia nggak pernah deket sama cewek gitu dan setahu gue dia belum pernah suka sama cewek"

Dan kemudian gue nggak tahu kapan perasaan gue sama kak Fizi udah nggak ada lagi, kita masih tetap deket sampai sekarang mungkin dia juga tahu kalau dulu gue pernah suka sama dia, tapi gue bukan orang yang maksain kehendak kok, maksudnya iya kalau gue suka ya suka aja, nggak perlu di tau sama orangnya.

Kamudian gue suka sama kaka senior yang namanya kak Hadi, dia udah kelas 3 saat gue baru kelas 1, dia juga senior di eskul Paskib. Dia itu tipikal cowok idaman gue ehe. Semua kriteria cowok idaman gue ada di dia, Tinggi, nggak kurus, cakeeep, dan sok misterius. Gue pun banyak menceritakan ini ke teman dekat gue dan sialnya ini ketahuan sama kakak nya sahabat gue yang sekelas sama kak Hadi. Jadilah gue bahan bullyan yang kalau lewat di kantin langsung di tarik ke kelas 3 terus di ciye ciye in, ya gue saat itu cuma ngaku ngefans sama kak Hadi, nggak lain kok. Meskipun menurut gue cukup nyenengin karena gue jadi deket sama beberapa senior tapi gue perhatiin saat gue di ciye-ciye in di kelasnya kak Hadi, dia adalah orang yang nggak nyaman dengan itu semua. Berkat kemampuan ngestalk gue yang hebat gue tahu kalau ternyata kak Hadi lagi PDKT sama salah satu senior kelas 2.
Dan gue juga baru tahu kalau kak Hadi punya kembaran! Nah loh. Kenapa sih gue selalu suka sama orang yang ada kembarannya!? Why!? Tapi mereka nggak kembar identik dan mukanya nggak ada miripnya sama sekali. Gue malah nggak tahu mereka berdua saudara. Kembarnya itu namanya Kak Hari, salah satu orang hebat yang pernah gue kenal. Kak hari ini ketua eskul paskib saat gue masuk, dia berkarisma, dan serem. Tapi gue suka saat dia berteriak suaranya berat berat gitu dan dia sosok kakak buat gue di eskul ini dan beda banget sama kak Hadi. Beneran deh kalau pertama liat mereka nggak bisa kebayang kalau ternyata mereka itu saudara kembar.

Meskipun dulunya gue suka nge fans nya sama kak Hadi, tapi lama kelamaan gue suka sama kak Hari. Nggak suka beneran sih tapi dia selalu menjadi pahlawan gue untuk beberapa hal.

Dan sekarang mereka berdua adalah seorang praja. Setelah lulus SMA mereka daftar IPDN dan masih pendidikan disana. Gue nggak tahu kabar mereka berdua gimana tapi gue harap mereka baik, terutama kak Hari! Iya Kak Hari xoxo.

Kemudian gebetan gue selanjutnya masih di eskul Paskib. Saat itu gue udah mau pengukuhan dan sebelum itu kita sholat subuh dulu di mesjid sekolah, actually ini adalah sholat subuh berjamaah gue setah sekian lamaaa nggak pernah lagi. Dan kemudian.... gue merinding sama imam yang pimpin sholat waktu itu, suara mengajinya bagus banget. Dan setelah selesai gue baru lihat kalau itu ternyata senior gue juga, Namanya Kak Firja. Berkat kemampuan ngestalk gue yang hebat lagi, gue tahu banyak tentang kak Firja ini. Pertama, dia adalah senior yang paling pintar secara akademik di banding senior senior yang lain di eskul karena dia masuk ke kelas IPA+ salah satu kelas unggulan di sekolah yang namanya selalu disebut sebut karena isinya anak pintar semua. Kedua, dia adalah lulusan pesantren waktu SMP itu cukup menjelaskan saat dia jadi imam sholat subuh. Ketiga, rumahnya dekat rumah gue meskipun gue selalu berharap kapan ya kita bisa nggak sengaja ketemu di jalan terus bisa berangkat ke sekolah bareng, tapi itu nggak pernah terjadi. Keempat, kak firja nggak terlalu populer seperti genetan gue sebelumnya, dia cuma masuk di satu eskul. dia orangnya agak pemalu, cerewet dan gampang marah banget. Setelah kasus gue pada gebetan pertama dan kedua diatas, gue cukup baik dalam menyembunyikan perasaan dan nggak ada orang yang tahu. (Kecuali dua sahabat terdekat gue)
Gue juga seneng bisa deket sama kak Firja, dia banyak membantu gue juga kayak minjemin buku dan sebagainya. Tapi setelah gue dekat sama dia, dia jadi kakak yang baik buat gue. Gue bahkan lupa kalau awalnya gue suka sama dia.

Gue nggak tahu apakah dia tahu kalau gue dulu suka sama dia, tapi dia sekarang udah jadi salah satu orang hebat. Yang gue dengar dia jadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan. Nah gue bangga banget dulu bisa kenal sama dia. You're Awesome, kak.

Gebetan gue berikutnya bukan dari eskul paskib, dia teman kelas dari Kak firja. Sebenarnya kalau dihitung dia harusnya jadi gebetan nomor dua, tapi setelah gue stalk dia terlalu jauh dari jangkauan gue, namanya nggak tercatat di eskul manapun. Secara fisik dia mirip sama kak Hadi, tipikan cowok idaman gue banget di tambah dia siswa kelas IPA+ tapi sewaktu gue dekat sama kak firja tanpa gue sadar dia selalu ada disitu, saat gue cerita sama kak firja di kantin, gue pun mulai penasaran sama dia saat gue selalu liat dia sama kak firja.
Namanya kak Aldi, gue agak lupa gimana caranya bisa deket sama dia tapi gue masih ingat pertama saat gue liat dia, itu jauuh sebelum gue masuk eskul paskib. Saat itu kelas gue selesai belajar sejarah, dan gurunya kebetulan nyuruh gue dan sahabat gue bawa buku tugas ke meja nya Pak Ismail ini-sebenarnya nggak nyuruh sih tapi kita berdua emang menawarkan diri, dan pak Ismail bilang mau mampir dulu ke kelas 2 IPA, jadi kita ikut aja deh. Nah pas disitu gue lihat kak Aldi ini, dia tipe cowok rebel, jarang di kelas sendiri tapi nongkrong di kelas IPS, nggak pernah pakai dasi. 
Dan selanjutnya... gue nggak pernah bayangin kita bisa jadi deket banget. Kak aldi satu satunya gebetan yang bisa jadi pacar gue pas SMA dan gue nggak punya gebetan lagi setelah pacaran sama dia. Kita pacaran mulai dari gue naik kelas 2 sampai gue kuliah tahun pertama.
Gue mungkin udah cerita banyak tentang dia di blog ini, iya semua patah hati dan jatuh cinta gue, semuanya tentang dia.

Sekarang gue nggak pernah dengar lagi kabarnya dimana, gue harap bisa ketemu sama dia suatu hari nanti. Nggak, gue bukannya mau ngajak balikan kok. Tapi sepertinya perasaan gue ke dia akan tetap ada, gue nggak nyangkal juga kalau sekarang gue rindu sama dia, sama seperti perasaan gue kak Hari, mereka berdua selalu menjadi sosok kakak yang gue selalu ingat.

Friday, May 13, 2016

INDONESIA DARURAT PEMERKOSAAN!

Astagfirullah al adziim
Astagfirullah al adziim
Astagfirullah al adziim
Astagfirullah al adziim

Ya Allah apa yang sedang terjadi di negaraku saat ini??

Wanita, remaja perempuan, anak di bawah umur, bahkan anak balita!

Astahfirullah al adzim

Adzab apa yang sedang kita terima saat ini?

Astagfirullah al adziim
Astagfirullah al adziim

Ya Allah, Ya Tuhanku saat aku hanya dapat melihat berita yang begitu menyayat hati ini dari siaran televisi di rumah, apa yang bisa ku lakukan?

Bismillah, untuk saudara saudara muslimah sekalian marilah kita mencoba untuk tetap dekat dengan Allah SWT yakinlah pada lindunganNya.

Astagfirullah al adziim

Sebenarnya aku sudah tak tahu apa yang harus ku katakan lagi, semakin hari bertambah banyak korban, lalu timbul dalam benak ku beberapa pertanyaan yang tak ku dapat jawabannya, "Kemana kah wahai para orang tua dari pelaku maupun korban?"

Bukankah ini suatu cambukan keras untuk para orang tua, aku-yang notabene tidak mengenal para korban-hatiku serasa tersayat akan kejadian seperti ini, lalu bagaimanakah dengan orang tua mereka? Apa yang mereka rasakan? Aku benar benar tak bisa membayangkannya, semoga Allah SWT dapat memberikan kelapangan atas cobaan yang di derita, Aamiin.

Subhanallah, apa yang terjadi sekarang benar benar membutuhkan perhatian dari kita, seluruh anggota masyarakat untuk mencegah.

Maka mulailah dari diri sendiri, Dekatilah Tuhanmu, mintalah perlindungan dariNya, perbanyak baca Al Qur'an, kemudian mulai mengajak orang orang terdekat kita untuk memperkuat pondasi agama, lalu akhlak agar kejadian seperti ini InshaAllah di jauhkan dari kita dan keluarga keluarga yang kita sayangi.

Bukanlah suatu cerita lagi bahwa negara kita memang membutuhkan pondasi agama yang sebenar-benarnya, maksudku adalah mulailah menyadari

"APAKAH AKU TELAH MENJALAN KAN KEWAJIBANKU ATAS AGAMA YANG KU PEGANG?"

Tidak akan ada kata terlambat untuk memulai, akan selalu ada pintu maaf yang di bukakan untukmu, yakinlah.

Allah SWT menyayangimu♥

Jangan lupakan Allah, jadi dia tak akan melupakanmu.

Thursday, February 11, 2016

Pacar pertama.

Saat itu gue masih duduk di kelas satu sma, gue adalah salah satu siswi aktif di eskul paskib di sekolah, pada saat datang harinya waktu angkatan gue mau penyeleksian anggota paskib tingkat kabupaten, gue bertemu dengan seorang cowok, yang menurut gue penampilannya lumayan, good looking, tinggi, putih, suka senyum, typical gue banget.

Gue baru tahu dari senior gue yang ternyata dia juga anak paskib tapi beda sekolah sama gue, gue dari sma 1 sedangkan dia dari sma 2, gue dipertemukan dia oleh paskib ini.

Setelah selesai, gue penasaran sama dia jadi gue bertanya ke senior gue yang untungnya gue lumayan deket sama senior eskul yang se-angkatan sama dia.

Namanya itu Taufiq, wah bagus juga, dan gue juga baru tahu ternyata di angkatannya dia adalah danpas. Danpas itu kepanjangan dari komandan pasukan, yang artinya dari pasukan 17, 8, sampai pasukan 45 itu dipimpin sama dia dulu, yang bikin gue tambah kagum sama dia.

Kemudian gue tertarik aja sama dia, mulai cari namanya di facebook, tapi sayangnya gue nggak dapat nama facebooknya apaan.

Pada saat gue free-class, gue jalan jalan ke kantin sendirian eh ketemu dengan salah satu senior paskib gue, namanya itu kak Said. Dia setahun di atas gue, dia adalah senior yang menurut gue gampang deket sama junior-juniornya! Dia salah satu senior yang suka gosip juga sih, hehehe. Pas ketemu sama dia gue bertanya gitu kan

"Kak said, itu yang namanya Taufiq itu yang pas kakak panggilin aku terus dia duduk di depannya kakak, kan?"

Kak said menaikkan satu alisnya dengar gue bicara begitu
"Kenapa, cakep? Lo tertarik? Kan lo udah punya imam?"

"Hah? Aku kan nggak pacaran sama Imam!" Kata gue yang agak kaget, tapi nggak kaget amat sih, jadi Imam itu teman sekelas gue dan kebetulan se-eskul dan dia juga ikut pas seleksi kemarin. Gue emang suka banget di jodohin sama dia di kelas. Dan emang senior gue suka ngirain gue pacaran sama dia, karena suka antarin gue pulang latihan, atau pergi latihan bareng dia, padahal gue emang dekatan rumah sama dia.

"Hah beneran?" Kak Said menepuk jidatnya.

"Lah, emang kenapa kak?"

"Itu kemarin pas seleksi si taufiq minta nomor handphone lo, tapi gue bilang kalau kan udah punya pacar, jadi nggak boleh di ganggu"

Gue membeku di tempat.
Pikiran gue membeku nggak tau apa sih yang gue fikirin.
Dan yang keluar dari mulut gue cuma

"Kak... taufiq... yang.. ganteng.. itu.. minta... nomor hp gue...........?!"
Muka gue sepertinya udah memerah aja.

"KAK SAID KOK NGGAK NGASIH, AKU KAN NGGA PACARAN SAMA IMAM" gue agak berteriak yang membuat beberapa senior yang nggak gue kenal menatap sinis ke gue.

Kak said cuma diam.

"Aduh kak gimana dong, kaka sms aja nomorku, sini sini cepetan" gue udah panik.

"Ah ngga mau ah, kasih aja nomor lo sendiri sama dia" lalu kak Said pergi ninggalin gue. Huh dasar.

****

Gue kemudian cerita ke salah satu senior yang selalu dengerin curhatan gue. Namanya kak Diyat, dia itu adalah ketua eskul paskib gue udah lupa sih kenapa bisa dekat bgt sama senior ini, dia itu terkenal galak, galak banget, mukanya juga mendukung sih, dia itu punya karisma yang galak sebagai ketua paskib. Tapi menurut gue dia adalah kakak yang baik buat gue, meskipun gue kalau cerita sama dia selalu bilang "emang bego lu" atau "kalau di kasih tau makanya dengerin!"
Pokoknya yang marah marah gitu deh. Tapi gue juga bingung, kenapa masih aja suka cerita, suka sms an sama dia, gue ngerasa nyaman aja. Bahkan banyak dari temen gue yang nggak percaya kalau kak Diyat ini tempat curhat gue.

"Eh kak, tau nggak tadi gue ketemu sama kak said di kantin terus bilang katanya yang namanya taufiq itu minta nomor gue tapi ngga di kasih sama kak said huuh"

"Lo suka sama taufiq emang?"

"Enggak sih, cuma kagum aja gitu. Dia kan cakep"

"Hah? Cakep? Cakepan gue kemana-mana"

"Ih tau ah, jodohin gue sama dia dong"

"Iya deh, nanti gue tanya dia, pantesan sih tadi dia nanya nayain tentang lo gitu, hahaha"

"Beneran?? Nanya apa emang?"

"Nggak, gue bohong kok, dih pede banget."

***

Keesokan harinya sepulang sekolah, gue mendapat sebuah panggilan masuk, yang ternyata cuma misscall, itu lho yang pas kita bilang "Halooo" tapi langsung di matiin.

Gue adalah typical orang yang "just go with it" ngga tau sih apa hubungannya, tapi yang jelasnya gue cuma mengabaikan itu semua dan berfikir mungkin orang salah sambung atau salah pencet nomor.

Gue kemudian keluar rumah sebentar lalu pulang dan mendapat sekitar 7 panggilan tak terjawab.

Text to : 0896xxxxxx

Siapa?

Sent.

Text from : 0896xxxx

Taufiq.

O m g. O m g. He texted me!!!!!
Dan yang pertana gue lakuin adalah loncat loncat di atas kasur.
Gue seneeeng banget.

Dengan cepat gue mengetikkan sms

Text to : Kak Diyat

Kak, lo ya? Yang ngasih nomor gue ke kak taufiq?

Sent.

Drrrt. Drttt.

Text from : Kak Diyat

Iya, kenapa? Mau suruh gue hapus nomor lo?

Text to: Kak Diyat

Nooo! THANK YOU KAK.

Sent.

Dan gue masih dalam keadaan loncat loncat di tempat tidur sampai lupa kalau gue belum balas sms dari kak Taufiq.

Dan gue-pun smsan sama kak taufiq sanpai tengah malam dan di-pun nembak gue di hari pertama kita smsan.

Dan gue terima lah, hahaha.

Ya, gue emang adalah seorang gadis yang aneh, dan baru gue sadar setelah 3 tahun di saat gue menulis ini. Kenapa ya gue bisa terima aja pas di tembak, via sms pula.

Gue-pun menceritakan ke beberapa teman yang dekat sama gue. Gue saat itu cuma punya 3 teman dekat, Vina, teman sebangku gue dari smp. Tari, yang duduk di depan bangku gue, dan terakhir Dila, yang duduk di samping Tari.

Karena ini baru pertama untuk gue pacaran, gue pun banyak bertanya ke Dila yang udah punya banyak pengalaman dan udah expert, dan dia cuma ketawa aja terus, nggak berhenti, iyasih ngetawain gue. Akhirnya ada beberapa teman gue yang tau dan ikut cerita bareng.

"Biasanya sih dia pasti minta ketemuan gitu sebentar, beneran deh." Kata vivi yang udah mulai nakut-nakutin gue.

"Eh... kok gitu? Duh.. gimana dong?" Gue udah mulai panik. Gue itu bukan anak yang dibiarin nyokap keluar rumah suka-suka gue, sebelum keluar itu ditanyain mau kemana, sama siapa, di jemput siapa, dianterin pulang sama siapa, pulang jam berapa, harus jelas. Ribet kan? Dan gue paling nggak bisa bohong sama nyokap.

"Masa sih lo nggak mau di ajak nge-date gitu, lo kan udah jadian ya biasa aja dong" Dila nambahin.

"Iya sih, tapi lo taukan nyokap gue gimana, bisa bisa gue di bunuh duluan pas di tau mau nge-date sama cowok, hiks."

"Ya udah, lo ketemuan di rumah lo aja. Bilang aja sama nyokap lo dia cuma temen temen biasa aja."

"Oh gitu ya... haha kalau gitu lo semua sebetar sore harus ada di rumah gue!"

***

Sorenya, pada saat temen temen gue udah ngumpul di rumah gue, dia akhirnya datang, ehe.
Gue juga punya alasan waktu dia ajak keluar, ngga bisa kan gue lg kerja kelompok. Pokoknya gue masih malu malu aja gitu.

-Fast forward-

Udah hampir sebulan gue jadian sama kak taufiq, kita masih belum keluar bareng, gue selalu aja cari alasan supaya gue nggak di ajak keluar sama dia, dan gue udah tau banget dia udah jenuh sama hubungan ini, gue juga mulai tau kalau dia gampang banget bosan, apalagi gue ngebosenin gini.

Suatu malam, udah dua hari kita nggak smsan, terus dia tiba tiba sms bilang maaf baru isi pulsa katanya. Pada saat itu gue juga lagi ngumpul sama teman teman gue.
Di dalam hati hue udah bilang, udah ah putusin aja. Gue juga nyadar banget kalau kak taufiq itu kayak anak anak banget, hihi.

Gue-pun bertanya ke vivi.
"Vi, cara mutusin baik-baik itu gimana sih?"

"Eh lo kayaknya baru jadian kemarin udah mau putus aja" Tari heboh.

"Pikirin baik-baik aja deh dulu, mungkin lo cuma butuh sendiri? Break aja gitu, pokoknya pikirin baik-baik aja deh dulu."

"Udaah kok vi, gue udah nggak nyaman aja. Tanya ke gue dong caranya gimana"

"Nah, pertama lo minta maaf aja dulu kan, terus jujur aja kalau lo emang udah nggak nyaman sama hubungan ini, yaudah lo minta ketemuan aja."

"Eh ngapain minta ketemuan? Udah ah lewat sms aja"

Baru aja gue mau ngetik sms minta putus ke kak taufiq, gue udah nerima sms dari dia yang bilang dia nggak bisa gini terus, dia emang orangnya cepat bosan gitu, dia juga minta maaf karena harus bilang kayak gini ke gue via sms. Yang gue bales, bilang yaudah kok kak, nggak papa.

Dan semuanya baru saja berakhir.

Dan gue cuma bisa senyum sekarang betapa lugunya gue tiga tahun yang lalu tentang pacar- pacaran. Gue belum bisa bilang dia cinta pertama gue, karena gue tau gue nggak jatuh cinta sama dia, awalnya gue cuma junior yang beruntung bisa di suka sama senior yang gue idolakan.

Kita, yang jadian via sms, dan putus via sms.

*insert an ending quote*

Terima kasih buat teman-teman yang sudah berkontribusi banyak buat cerita gue ini.

Saturday, January 23, 2016

Salah Jurusan

Hi, Blog! Or whoever read this, but gue tau kok yang baca ini mungkin lagi tersesat karena pasti nggak kenal sama gue.

Padahal post terakhir gue di blog ini adalah 'Bingung Pilih Jurusan'  dan judul post ini adalah salah jurusan.

Ya, gue adalah korban gaeees.

Korban obsesi orang tua.

Adasih quote yang gue baca kira kira seperti ini

"Salah jurusan bukan berarti salah masa depan"

Lah gue sih netral yak, kan gue belun tau masa depan untuk orang yang salah jurusan kayak gue gimana nantinya/?

Gue adalah seorang siswi, eh salah MAHAsiswi, di sebuah perguruan tinggi negeri di kota Makassar.

nah terus kenapa ya gue pake gue-gue padahal orang Makassar? Gue juga ngga tau sih, cuma kayak absurd aja pake '-ki' atau make aku kamu yang bikin gue geli juga sih ngetiknya.

Gue sekarang udah selesai semester 1 di jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Ujung Pandang. Wah panjang juga nih nama kampus gue susah ngetiknya kayak tembok pagar perumahan gue. Gue singkat ya, jadi blgnya PNUP ajah okeh

Well, banyak nih yang masih wondering atau ngga tau sama sekali tentang kampus gue ini, gue kadang di tanya tuh sama adek kelas sma gue yang kepo, atau sama temen nyokap gue

"Lanjut kuliah dimana?"
"Di Poltek ujung pandang om/tante/kakak/adik"
"Itu dimana?"
......
"Itu swasta ya?"
......
"Oh, ambil jurusan apa?"
....
"Itu bukan D3 doang ya?"
....

Fyi nih, gue sih sebenarnya agak sebel pas dapat org yang nanya kayak gini nih ke gue, soalnya kentara banget pengetahuannya itu dikit, ehe. Ngga sih gue ngga judge cuma sebel aja huh.

Tapi gue tau diri sih, kampus gue emang ngga se-terkenal unhas, tapiii, btw Kampus gue ini letaknya di Dalam Unhas. Iya Dalam Unhas.

Jadi kampus gue ini dulunya adalah Part dari Unhas, jadi dia kayak sekolah vokasinya Unhas gitu, yang emang jenjangnya sampai D3 aja, tapi seiring berjalannya waktu ceilah kampus gue ini berdiri sendiri, kayak move on gitu, terus sekarang udah ada prodi D4 yang setara sama S1.

Dan gue ambil D4 kok.

Jurusan Teknik Sipil.
Padahal gue maunya Akuntansi.
Cotttt

Jadi pas daftar disini dulu gue merasa dibodohin sama nyokap.

"Kak pilih Sipil pertama, kan itu yg paling tinggi"

"Tapi aku maunya Akuntansi aja Maa"

"Itu kedua aja, biasanya kan orang lulus dipilihan kedua, Mama juga dulu lulus dipilihan kedua kok"

"Oh iya bener! Yaudah oke ma"

Eh gila gue jenius lulus dipilihan pertama. Cooot taiii gue pinter banget. Gue dibodo bodoin.

Pas liat pengumuman gitu kan liat di koran, eh si nyokap yg bangun pagi pagi langsung senyum senyum bahagia gitu, katanya dia ngga nyangka gue bisa lulus jurusan itu, soalnya dulu dia gagal, tapi keterima di unhas, katanya dia seneeng banget liat gue nanti jadi anak sipil. Yakali dia seneng, gue-pun berusaha menyembunyikan kesedihan gue dengan liat bae bae koran itu
Gila tau nggak, yang ketrima di jurusan akuntansi banyak banget, lebih 50 orang di jurusan gue cuma 25 sial bgt emaaaang gue. Nasib gue ada di tangan nyokap

Jadilah gue sebagai mahasiswi yang ngga ikhlas harus kuliah di jurusan yang gue ngga mau dan tugasnya banyak banget ampun anjeeng.

Padahal..

Padahal rumah gue jauh banget dari situ anjeng.
Jadi ceritanya nyokap bokap gue mau masukin gue ke unhas ya, dan fakultas tekniknya itu dipisah karena kerjaannya rusuh mulu, jadi fakultas tekniknya di pindain. Jadi antara kampus I dan kampus teknik Unhas jauh banget, beda kabupaten malah, nah Bokap gue yang yakin banget gue bisa masuk situ, Jual rumah dan ambil rumah dekat kampus teknik Unhas, Padahal dari dulu gue udah bilang kalau otak gue ngga nyampe kesitu Ya Allah papa nekad. Tuh kan rasain.

Nah kampus gue di dalam unhas yang kampus satu nya. Parah.
Gue tiap pulang kuliah udah ngerasa ini hidup bakal dicabut aja. Astagfirullah ku tak bermaksud ya Allah
Kalau pagi sih enak gue bisa dianter sama bokap, nah pulangnya? Gila Gue naik angkot, ganti dua kali, tiap angkot sekitar 2 jam itupun kalau ngga macet anjing, jadi kalau misalkan gue pulang kampusnya jam 3 gue bisa sampe rumah pas Adzan Magrib aja. Gue ngerasa kafir nyeritain ini.

Belum lagi kalau ada tugas, gue yang disayang banget sama nyokap ngga dibolehin nginap dirumah teman, pokoknya harus pulang ke rumah! Titik!
Ya gimana ngga di ijinin sih, gue ijinnya mau ngineo di rumah temen cowok, terus yang nginap jg cowok semua.
Bahahahaha

Ini itu karena teman kelas gue semua rata rata cowok, di kelas gue ada 25 orang, dan cuma 7 orang aja cewek, dan gue itu nggak kaya temen cewek gue yang laen, yang pada saat di kasih tugas langsung ngerjain, gue ngerjain tugas pas udah besok mau di kumpul. Ya jangan ikutin ini ya friend! So asik gue cih.

Eh tulisan gue ngelenceng dari judul nggak?

Selama gue kuliah ini gue dapat banyak banget pelajaran...
Iyalah, senin-jumat gue kuliah mulu.
Ngga sih, yg gue maksud bukan pelajaran kayak Mekanika tanah yang bikin otak busa busa kalau belajar atau kayak Teknokogi bahan yang dosennya galak parah.

Pelajaran yang gue maksud adalah..
Eh kok gue lupa ya?
Maksudnya itu
Kayak amanatnya gitu, eh gimanasi jelasinnya?

Ya kayak pelajaran moral gitu buat gue.

Tau nggak? Pernah ada suatu hari gue pulang kampus, cape banget, terus ada lagi tugas yg harus gue kirim ke email dosen hari ini, dan besok gue ada ulangan gitu. Dada gue sesak banget, susah napas, dan gue ngerasa "Gila gue ngga sanggup men, ini buat orang yang jenius gila belajar bukan buat gue yang malas banget kerjain tugas"
Gue pun besarin hati dan coba bicara ke mama sama papa, dari pada nanti lama lama gue bisa mati kan.

Eh pas gue keluar kamar mau bicara sama nyokap, gue duduk di samping nya. Dia mijitin lengan gue, terus bilang

"Aduuuh anak mama kok pucet sih"
Terus nyium pipi gue
"Mau mama bikinin susu ya? Atau mau makan apa? Mau mama masakin?"

Ya Gaeeez Gue ngga jadi ngomong.
Gue kemudian masuk kamar, matiin lampu dan nangis ngga pake suara.

Apapun yang bikin gue ragu selama kuliah itu udah ngga mempan, noh gue lebih takut sama nyokap. Bukan gitu sih, maksudnya gue kan anak kesayangan mama, gue cuma mau mama seneng aja kok, meskipun gue kadang bego begoin diri sendiri, tapi semua yang gue lakuin selama ini sampe bisa bertahan sampai satu semester itu karna nyokap gue♥

You worth it Mom.

Dan gue sekarang ngga peduli mau salah jurusan kek, toh kita juga belum tau kedepan nasib gue kayak gimana kan, gue cuma bisa jalanin iti semua dengan ikhlas, gue bersyukur sama Allah karena masih ada kesempatan liat mama gue bangga sama gue meskipun belum bisa biayain dia.
But someday I Will!

Semangat anak muda. Perjalanan mu masih panjang.

Sunday, July 26, 2015

Cita-cita

Cita-cita gue dari kecil itu ingin menjadi seorang pramugari, atau arsitek.
(Kok atau)
Ya kan waktu sd dulu gue disuruh nulis dua cita-cita, eh harusnya pake 'dan' dong?
Tapi gue tau kan ngga mungkin jadi arsitek dan pramugari di saat yang bersamaan. Yakalee.

Tapi semakin ke sini, keyakinan gue buat jadi pramugari makin menipis, gue nggak mendapat satu dukunganpun dari keluarga, pacar, sahabat, sahabat pacar, etc etc.
Tapi semakin gue dengar dan liat kalau ada pesawat lewat di atas rumah gue, perasaan gue mau banget bisa jadi pramugari, pengen banget.
Tapi balik lagi, gimana caranya gue bisa lamar atau cuma daftar kalau butuh tanda tangan orang tua? Papa larang keras cuy.
Padahal kan jadi pramugari enak, gue jatuh cinta pada pandangan pertama pas gue di ajak liburan sama nenek kakek gue pas kelas satu sd.

"Nek, ceweknya cantik banget, seragamnya bagus banget........."
"Itu namanya pramugari, nak"
"Oh, tante yang itu namanya pramugari nek? Kalau yang disana?"
"Eh maksudnya pekerjaan mereka itu pramugari, itu lho yang di atas pesawat terus layanin penumpang"
"Oh gitu nek, aku mau deh jadi pramugari nanti"

Nah mungkin begitu percakapa gue dulu sama nenek gue yang sekarang udah Alm. *nek I miss you*
Oh iya, di keluarga gue nggak ada pramugari, mungkin itu salah satu faktor kenapa gue nggak di ijinin jadi pramugari.

Tapi gue sering baca artikel-artikel, pendaftaran umurnya 18-21 tahun, tahun ini gue baru 17 tahun kan, nah tahun depan bakalan gue coba.
Gue juga mau mencoba untuk apply university di luar pulau sulawesi, gue sebenarnya pengen benget kuliah di Jogja atau Bandung, tapi gue sendiri masih takut kalau jauh dari nyokap. Nah makanya tahun ini ngga papa gue pengen kuliah yang baik, belajar lebih rajin lagi, supaya bisa dapet tiket belajar ke Jogja atau Bandung tahun depan.
((Ini rahasia ya, ngga boleh bocor ke nyokap))

Kalau tentang arsitek, jadi tante gue itu kuliah jurusan arsitektur di unhas, udah lulus sih, tapi menurut gue dia keren, sekarang udah banyak uangnya. Dari gue kecil, dia jarang di rumah kerjaannya pergi kesini, pergi kesana, kalau pulang ke Makassar suka bawa oleh-oleh buat gue yang kecil. Mungkin thats why gue mau kayak tante gue yang satu ini dari dulu.
Tapi, waktu gue sma baru tau ternyata tante gue nggak kerja sesuai jurusannya��. Dia di bagian keuangan di suatu perusahaan gitu, yha gue kira dia arsitek. Tapi 'ilmu arsitek' yang dia pelajari emang dibutuhin buat posisi dia sekarang, kurang lebih begitu sih.

Salah satu dari cita-cita gue di atas, kalau gue nggak berhasil meraih dua-dua nya atau salah satunya aja, semoga someday gue bisa dipertemukan dengan orang yang mewakili cita-cita gue ini.

Aammiiiin

Wednesday, July 8, 2015

Bingung pilih jurusan part II

Kemudian masa-masa pendaftaran buat tes ptn pun datang, nama gaulnya sbmptn.
Beda dengan snmptn yang lalu, sekarang nyokap udah nggak maksa kayak dulu lagi,
Meskipun diharuskan ptn nya unhas sih.-.
Dan suruh pilih kelompok ujian IPC.

Kalau sbmptn kelompok ujiannya di bagi tiga, ada saintek(ipa), soshum(ips), dan ipc(ipa&ips).
Jadi kalau misalnya pilih kelompok ujian saintek, bisa milih jurusan ipa
Nah kalau ipc, bisa milih jurusan ipa dan ips.
Ya kemudian gue ambil IPC.
MasyaAllah. Astagfirullah.
Soal ipsnya susah susah. Soal saintek aja mungkin cuma beberapa nomor yg gue bisa jawab. Soal ips? Ngga ada. Paling cuma sejarah, tapi kalau ekonomi, geografi. Shit soal yg baru gue liat bentuknya ini.

Nggak lama setelah itu, gue juga daftar di salah satu politeknik negeri.
Iya sama gue ambil IPC juga.
Jadi gue kepengen ambil akuntansinya, tapi mama ngotot suruh ambil teknik sipil.
Jadi yaudah Teknik sipil jadi pilihan pertama terus Akuntansi pilihan kedua.

"Emang pilihannya cuma dua ya, kak?"
Nggak jadi kalau daftar di politeknik bisa milih 4 program studi.
Karena disana kebagi ada D4 ada juga D3 buat yang mau cepat kerja
Karena disana paling tinggi Teknik sipil (istilahnya passing gradenya yg paling tinggi) jadi pilihan pertama gue itu.
Berikut adalah daftar pilihan gue:
1. D4 teknik sipil
2. D4 akuntansi
3. D3 teknik sipil
4. D3 akuntansi

"Kak d4 sama s1 beda ya?"
Nggak beda, sama aja cuma karena mungkin namanya politeknik jadi gitu pake istilahnya d4.

Wah tulisan gue udah panjang banget. Hehehehe.

Pas tes di politeknik entah kenapa beda sama pas tes di unhas, di unhas gila mungkin karena ekspektasi gue yg terlalu tinggi, di sana ruangan gue adalah pb, kata mama itu buat mku, ruangannya ngak terlalu besar sih, ada ac tapi ngga tau kenapa gue keringetan, mejanya sambung sama kursinya, gue kesiksa banget soalnya harus ngebulatin banyak banget, udah nama kepanjangan, soal banyak waktunya mepet gila. baru mejanya ituu pendek karena gue org tinggi terus kakinya panjang, gila nyiksa banget harus nunduk. Terus pas selesai tes pertama, kebelet. Untung ada satu temen gue yg kebetulan ruangannga deket, cowok. Ngga papa buat nitip tas.
Mana wcnya jauh. Gue bahkan harus telfon salah satu kakak kelas gue yang kebetulan kuliah disitu.
Ternyata wcnya di lantai satu. Kemudian gw turun ah elah bayar 2ribu lagi, mana banyak yang antri:( kemudian ku balik lagi ke imam, minta uang duaribuan terus tuun ke wc lagi. Ribet banget haha.
Pas pulang udah sekitar jam setengah 4. Gue kebelet lagi pas keluar dari gedung. Fak banget. Kemudian gue smsin kak diyat minta antar ke wc yg dekat. Yah nggak di bales.
Jd gue berniat tahan aja sampe dirumah.
Kemudian keluarlah gue dipinggir jalan cari angkot.
Nggak ada jurusan yang gue mau naikin. Sejam nunggu nggak ada. Kalaupun ada lewat udah pul. Sampai udah mau setengah enam gue tunggu nggak ada. Sms deh lg ke kak diyat, laporan kalau nggak ada angkot. Nggak dibales juga.
Eh kemudian alhamdulillah angkot yang kutunggu ada juga. Naik deh.
Pas mau keluar dari unhas kak diyat sms kalau dia aja yg mau antar ku pulang.
Sebenarnya sih gw nolak tapi setelah gue hitung karena nanti harus nyambung angkot lagi nanti udah jam berapa gila gue takut.
Yauda ku dianter pulang.
Terima kasih hari itu telah menjadi penyelamat kak, ahehehe

Sedangkaan pas tes di politeknik nggak seribet pas tes di unhas, ruangan gue di KT, taunggak kt apaan? Kantin! Haha. Tapi bukan pas di kantinnya gitu, jadi ada ruangan di atas kantin.
Karena disana pas tes nggak ada satupun teman gue yg ketemu, gue kenalan sama beberapa orang yg seruangan sm gue, ruangannya adem, ada dua ac, mejanya kepisah sama kursi, nyaman banget pokoknya terus kursinya bukan kursi yg besi gampang berkarat dan patah itu haha, pokoknya nyaman deh.
Terus di lembaran jawabannya kita nggak harus buletin nama, cuma nomor tes doang, alhamdulillah.
Kalau di unhas kebagi 3x di poltek cuma kebagi 2x
Soalnya 90 nomor, tapi waktunya dua stengah jam, ya sante sante aja kerjanya, soalnya gampang beneran kayak soal sma aja.
Oh iya sebelum tes, gue coba-coba googling soal tes-tesnya, dan yang ada itu matematika-fisika-bhs indo-bahasa inggris (ipa) seneng deh gue nggak ada soal kimia, gue juga sombong banget waktu itu nggak buka buku kimia samsek.
Eh pas ujian ada soal kimia 15 nomor wth.
Tapi kurang yang hitung-hitungan gitu soalnya kayak basic aja. Gampang beneran. Nah dari 90 itu ada sekitar 80an yg gue jawab. Kenapa nggak dijawab semua, karena ada sistem minusnya kalau salah.
Pas ujian kedua (ips) yang gue jawab cuma soal matematika, sejarah, bahasa inggris sama bahasa indo, pas bagian ekonomi sama akuntansi langsung gue langkahin semua sekitar 30 nomor ke bawah wahaha.
Dan disana toiletnya ada di ujung ruangan, dan gratis, nggak bayar, mana lbh bersih lagi��